Tampilkan postingan dengan label dunia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dunia. Tampilkan semua postingan

Selasa, 31 Juli 2012


Zalim ke Rohingya, ASEAN Diminta Keluarkan Myanmar
Foto refleksi saat massa melakukan aksi damai menyerukan penghentian penindasan etnis minoritas Rohingya di Bundaran HI, Jakarta, Kamis 
_______________________________________________________

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aliansi dari barbagai lembaga yang peduli terhadap kemanusiaan menggelar aksi demo "Save Rohingya, Save Humanity" di depan Gedung Sekretariat ASEAN, Jakarta, Jumat (27/7). Aksi ini bertujuan untuk memrotes perlakuan pemerintahan Myanmar yang tidak manusiawi terhadap etnis Rohingya, Arakan, Myanmar.

Pendemo menyampaikan orasi-orasi menuntut kepedulian ASEAN terhadap warga etnis Rohingya di Myanmar. "Di mana kepedulian kalian,  kemanusiaan, hati nurani, dan rasa keadilan melihat warga Arakan yang dirampas haknya atas tanah mereka sendiri, ditolak kewarganegaraannya. Padahal sebelum negara Burma (Myanmar-red) ada, etnis Rohingya telah ada berpuluh puluh tahun sebelumnya," teriak salah seorang pengunjuk rasa dalam orasinya.

Mereka juga menuntut para pejabat ASEAN agar mengeluarkan Myanmar dari keanggotaannya. Myanmar telah melanggar perjanjian ASEAN, tidak menjunjung tinggi Hak Asasi Manusi (HAM), mendiskriminasi, melakukan perkosaan, pembantaian masal, dilarang beribadah, dan berbagai aksi kekerasan lainnya yang dilakukan oleh Junta Myanmar. "Kick off Myanmar from ASEAN," kata pemimpin dari aksi tersebut.

Pendemo juga mengancam akan memboikot Myanmar dalam ajang SEA Games. "Kami akan menghubungi Kementerian Pemuda dan Olahraga agar tidak mengirimkan para atlet perwakilan Indonesia untuk SEA Games yang diadakan di Myanmar," ujarnya. Dalam aksinya mereka juga membawa spanduk spanduk bertuliskan penolakannya terhadap kezaliman pemerintah Myanmar.


Selasa (31/7/2012), Social Bakers baru saja merilis daftar negara pengguna Facebook terbesar di dunia. Dalam laporan terbaru itu, Indonesia terlihat kehilangan ‘power’ di situs ‘buku-muka’.
Indonesia memiliki lebih dari 36 juta pengguna Facebook, berada di peringkat delapan dalam daftar tersebut. Hal ini sungguh di luar kebiasaan, selama ini Indonesia selalu berada di jajaran lima besar untuk urusan negara dengan pengguna Facebook terbesar di dunia.
Tiga bulan lalu (Mei 2012) dalam laporan yang juga dirilis oleh Social Bakers, Indonesia berada di nomor urut empat dengan jumlah pengguna di atas 42 juta akun. Merujuk pada kedua data itu, terlihat bahwa Indonesia kehilangan sekitar lima juta pengguna Facebook dalam kurun waktu tiga bulan. Apa yang sedang terjadi?
Indonesia bukanlah satu-satunya negara yang kehilangan berjuta-juta akun Facebook. Hal tersebut bisa dilihat dalam tabel berikut:
Melihat banyaknya negara yang kehilangan akun, boleh jadi Facebook memang sengaja menghapus berjuta-juta akun (melakukan pembersihan) dari situs mereka. Besar kemungkinan akun yang dihapus adalah akun-akun hasil kloning, yang dibuat untuk tujuan tertentu seperti berdagang, bermain game dan lain-lain. Akun-akun hasil kloning seperti ini kadang dinilai sebagaibot dan penyebar spam –pesan bertubi-tubi, tak jarang disertai malware.
Terkait soal bot, laporan dari latimes.com juga menceritakan sebuah kasus yang dialami oleh situs Limited Run. Situs tersebut telah memasang iklan di Facebook, sayangnya hasil yang didapatkan tidak memuaskan: hanya 20 persen klik iklan yang datang dari pengguna Facebook, 80 persen sisanya merupakan kontribusi akun-akun bot. Mungkin Facebook sedang mengatasi persoalan-persoalan seperti ini, selanjutnya menghapus berjuta-juta akun di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.
Kemungkinan lain adalah dihapusnya akun-akun anak di bawah umur oleh Facebook. Seperti kita ketahui situs ‘buku-muka’ memberikan batasan usia (13 tahun) untuk menggunakan layanan mereka. Hal ini senada dengan laporan Salingsilang.com terdahulu yang menyebutkan bahwa setiap hari pihak Facebook menghapus ribuan akun anak-anak di bawah usia 13 tahun.
Penurunan angka pengguna Facebook ini juga mengindikasikan kejenuhan dari netizen Indonesia atas layanan situs tersebut. Kejenuhan itu yang membuat orang mulai berpikir untuk meninggalkan layanan Facebook dan berpindah ke layanan media sosial lainnya. Apakah anda juga merasakan kejenuhan yang sama?


ASCI-socialmedia-index

sumber

Rabu, 16 Mei 2012


1. London, Inggris

   

Peringkat pertama dipegang oleh London. Dengan jajaran trotoar yang bersih dan keindahan kota, membuat para pejalan kaki merasa nyaman dan aman berjalan-jalan London. Hanya cuaca yang dikeluhkan karena bisa tiba-tiba turun hujan. Pastikan selalu membawa payung dalam tas, saat berjalan kaki di kota ini.

2. New York, Amerika Serikat

 

Meskipun terdapat kereta bawah tanah terpanjang di dunia, terdapat sekitar 4.000 taksi, New York berada di peringkat kedua sebagai kota yang nyaman bagi pejalan kaki. 

3. Paris, Prancis

 

Memang sangat romantis berjalan-jalan di kota yang satu ini. Mulai dari menikmati menara Eiffel, lalu ke Champs-Élysées dan berakhir di Tuileries Garden. Keindahan kotanya membuat banyak orang ‘tersihir’.

4.Roma, Italia

 
 
Membakar kalori dengan berjalan kaki di Roma adalah olahraga yang sangat menyenangkan. Keindahan bangunan sejarahnya bisa membuat lupa kalau telah berjalan jauh. Setelah kelelahan, Anda pun bisa menikmati suppli, spaghetti carbonara, dan es krim gelato,

5. Praha, Republik Ceko

 
Eksistensi kota yang mengagumkan ini telah diakui hingga lebih dari 1.100 tahun. Mulai dari Prague Castle, Charles Bridge, hingga deretan museum, membuat kota ini lebih seru dinikmati dengan berjalan kaki.

6. Amsterdam, Belanda

 Kotanya yang cantik, transportasi publik yang nyaman, membuat banyak orang betah berlama-lama di kota ini. Bukan hanya memanjakan para pejalan kaki, kota ini juga merupakan surga bagi para pesepeda

7. Barcelona, Spanyol
 


Spanyol termasuk kota yang banyak terdapat museum, taman, gereja, dan bangunan berarsitektur mengagumkan. Bukan hanya itu, dalam versi National Geographic, Spanyol juga masuk dalam daftar sepuluh kota pantai paling indah. Semuanya tentu akan lebih berkesan jika dinikmati dengan berjalan kaki.

8. San Francisco, Amerika Serikat

 
 
Dengan lebih dari 50 bukit dalam batas kota, terdapat tebaran trotoar nyaman di San Francisco. Dengan deretan bukit tersebut, cocok bagai Anda yang suka olahraga jalan kaki.

9. Boston, Amerika Serikat

 

 
Lingkungan serta budaya yang dinamis, membuat Boston masuk dalam daftar kota nyaman bagi pejalan kaki.
10. Venesia, Italia



Banyak orang yang langsung berpikir kota dengan kanal-kanal jika mendengar Venesia. Tetapi, selain bisa menikmati romantisme kota dengan gondala, berjalan kaki di kota ini juga tak kalah mengesankan.

Sabtu, 28 April 2012


Internet di Indonesia Terlambat Sedunia



Sering membuka situs, menonton video, atau membuka laman terselubung terasa lambat? Tak usah heran, memang koneksi di Indonesia paling parah bin lambat.

Negara berpenduduk terbesar keempat dunia dengan penduduk lebih dari 237 juta jiwa ini rata-rata kecepatan membuka halaman web 20,3 detik.



 Berdasarkan hasil pengukuran yang dilakukan Google terhadap kecepatan web pada komputer desktop dan perangkat mobil di 50 negara koneksi internet tercepat, awal April ini, Indonesia adalah negara paling dengan kecepatan internet paling lambat jika mengakses lewat desktop. Filipina berada di atas Indonesia satu tingkat, dengan kecepatan 15,4 detik.

Apabila ingin mendapatkan kecepatan tinggi akses internet dengan desktop komputer, Anda bisa pergi ke Republik Slowakia. Di negara itu, hanya membutuhkan rata-rata 3,3 detik untuk membuka halaman web melalui desktop atau enam kali lebih cepat dibandingkan di Indonesia.

Jika menggunakan perangkat mobil, Indonesia tidak tergolong paling lambat. Rata-rata membutuhkan 12,9 detik untuk membuka halaman web lewat perangkat mobil di Indonesia. Negara dengan akses internet paling lambat melalui perangkat mobil adalah Uni Emirat Arab: 26,7 detik.



Negara yang memiliki kecepatan internet paling tinggi dengan menggunakan perangkat mobil adalah Korea Selatan, yaitu rata-rata 4,8 detik atau lebih dari dua kali kecepatan membuka di Indonesia.

Meskipun, Korea Selatan tercepat untuk akses internet dengan mobil tetapi untuk penggunaan desktop komputer masih di bawah Slovakia. Di Korea Selatan kecepatan membuka dengan komputer rata-rata 3,5 detik.

Sepuluh Negara dengan Internet Tercepat di Desktop Komputer (dalam detik)

Republik Slowakia (3,3)
Korea Selatan (3,5)
Republik Cek (3,7)
Belanda (3,9)
Jepang (4)
Denmark (4,3)
Swiss (4,3)
Swedia (4,5)
Belgia (4.6)
Norwegia (4,8)

Sepuluh Negara dengan Internet Terlambat di Desktop Komputer (dalam detik)

Cile (10)
Kolombia (10,2)
Peru (11,7)
Brasil (11,8)
Argentina (12,8)
Malaysia (14,3)
Venezuela (14,9)
India (15,1)
Filipina (15,4)
Indonesia (20,3)

Sepuluh Negara dengan Internet Tercepat di Perangkat Mobile (dalam detik)

Korea Selatan (4,8)
Denmark (5,2)
Hong Kong (5,9)
Norwegia (6)
Swedia (6,1)
Estonia (6,2)
Republik Cek (6,3)
Jepang (6,4)
Rumania (7,5)
Republik Slowakia (7,6)

Sepuluh Negara dengan Internet Terlambat di Perangkat Mobile (dalam detik)

Malaysia (12,7)
Indonesia (12,9)
Singapura (12,9)
Meksiko (14,1)
Brasil (15,8)
Argentina (16,3)
India (16,4)
Thailand (17,4)
Arab Saudi (21,2)
Uni Emirat Arab (26,7)

sumber

Jumat, 27 April 2012

[indonesiapecahs.jpg]
Djuyoto Memprediksi Tahun 2015 Indonesia Pecah. BERAGAM reaksi dan tanggapan muncul ketika wacana tentang masa depan Indonesia, yang juga dijadikan judul buku oleh Djuyoto Suntani, itu muncul dalam acara Dialog Kebangsaan berjudul Indonesia: Kemarin, Kini dan Esok sekaligus peluncuran buku tersebut. Komentar bernada pesimis, optimis, hingga rasa tidak percaya silih berganti diberikan oleh berbagai pihak yang hadir di Gedung Aneka Bhakti Departemen Sosial kemarin. Mungkinkah Indonesia benar-benar akan ‘pecah’ pada tahun 2015?

Djuyoto Suntani, sang penulis buku, menyatakan dalam bukunya paling tidak ada tujuh faktor utama yang akan menyebabkan Indonesia “pecah” menjadi 17 kepingan negeri-negeri kecil di tahun 2015. Kepingan negeri-negeri kecil itu sendiri menurutnya didirikan berdasarkan atas:

1. Kepentingan rimordial (kesamaan etnis),
2. Ikatan ekonomis (kepentingan bisnis),
3. Ikatan kultur (kesamaan budaya),
4. Ikatan ideologis (kepentingan politik), dan
5. Ikatan regilius (membangun negara berdasar agama).

Penyebab pertama adalah siklus tujuh abad atau 70 tahun. Dalam bukunya ia menuliskan;
“Seperti kita ketahui, semua yang terjadi di alam ini mengikuti suatu siklus tertentu. Eksistensi suatu bangsa dan negara juga termasuk dalam suatu siklus yang berjalan sesuai dengan ketentuan hukum alam. Dia mengambil contoh Kerajaan Sriwijaya yang berkuasa pada abad 6-7 M di mana waktu itu rakyat di kawasan Nusantara bersatu di bawah kepemimpinannya. Memasuki usia ke-70 tahun kerajaan itu mulai buyar dan muncul banyak kerajaan kecil yang mandiri berdaulat. Alhasil, di awal abad ke-9 nama Kerajaan Sriwijaya hanya tinggal sejarah. Tujuh abad kemudian (abad 13-14 M) lahir Kerajaan Majapahit di Trowulan, Jawa Timur sekarang. Kerajaan besar itu berhasil menyatukan kembali penduduk Nusantara. Namun, kerajaan ini pun bernasib sama dengan Sriwijaya. Memasuki usia ke-70 pengaruhnya mulai hilang dan bermunculanlah kerajaan-kerajaan kecil di Nusantara. Nama Majapahit pun hilang ditelan bumi. Tujuh abad pasca-jatuhnya Majapahit, di tahun 1945 (abad 20) rakyat Nusantara kembali bersatu dalam suatu ikatan negara bangsa bernama Republik Indonesia (abad 20-21). Tahun 2015 akan bertepatan RI merayakan HUT-nya yang ke-70″.

Dia pun menyatakan,
“Selama ini saya selalu optimis, tapi melihat perkembangan di lapangan, apa yang terjadi pada sesama anak bangsa, sungguh mengenaskan. Irama perpolitikan nasional dewasa ini mengisyaratkan hitungan siklus bersatu dan bubar dalam tujuh abad, 70 tahun tampaknya kembali terulang. Berbagai fenomena alam yang menguat ke arah bukti kebenaran siklus sudah banyak kita saksikan. Pertengkaran sesama anak bangsa, terutama elite politik, tidak kunjung selesai, tulis Djuyoto. Penyebab kedua, Indonesia telah kehilangan figur pemersatu bangsa. Setelah Ir Soekarno dan HM Soeharto, tidak ada tokoh nasional yang benar-benar bisa mempersatukan bangsa ini. Masing-masing anak bangsa selalu merasa paling hebat, paling mampu, paling pintar, dan paling benar sendiri. Para tokoh nasional yang memimpin negeri ini belum menunjukkan berbagai sosok negarawan karena dalam memimpin lebih mengutamakan kepentingan politik golongan/kelompok daripada kepentingan bangsa (rakyat) secara luas. Kehilangan figur tokoh pemersatu adalah ancaman paling signifikan yang membawa negeri ini ke jurang perpecahan”. Katanya tegas.

Pertengkaran sesama anak bangsa yang sama-sama merasa jago dan hebat, masing-masing punya kendaraan partai, punya jaringan internasional, punya dana/uang mandiri, punya akses, merasa punya kemampuan jadi Presiden; merupakan penyebab ketiga Indonesia akan pecah berkeping-keping menjadi negara-negara kecil. Masing-masing tokoh ingin menjadi nomor satu di suatu negara. Fenomena ini sudah menguat sejak era reformasi yang dimulai dengan diterapkannya UU Otonomi Daerah.

Salah satu penyebab Indonesia akan pecah di tahun 2015 karena adanya konspirasi global. Ada grand strategy global untuk menghancurkankeutuhan Indonesia. Ada skenario tingkat tinggi yang ingin menghancurkan Indonesia atau bahkan menghilangkan nama Indonesia sebagai negara bangsa, tegasnya. Konspirasi global ini, Djuyoto Suntani melihat, terus bergerak dan bekerja secara cerdas dengan menggunakan kekuatan canggih melalui penetrasi budaya, penyesatan opini, arus investasi, berbagai tema kampanye indah seperti demokratisasi, hak asasi manusia, kesetaraan gender, modernisasi, kebebasan pers, kemakmuran, kesejahteraan, sampai pada mimpi-mimpi indah lewat bisnis obat-obatan terlarang dengan segmen generasi muda.

Penyebab utama kelima Indonesia akan”‘pecah” dalam penilaiannya adalah faktor nama. Apa yang salah dengan nama? Ternyata, nama Indonesia sesungguhnya berasal dari warisan kolonial Belanda yakni East-India atau India Timur alias Hindia Belanda. Kalangan tokoh politik Belanda tingkat atas malah sering menyebut Indonesia dengan singkatan: In-corporate Do/e-Netherland in-Asia atau kalau diartikan secara bebas
nama Indonesia sama dengan singkatan Perusahaan Belanda yang berada di Asia. Pemberian nama Indonesia oleh Belanda memang memiliki agenda politik tersembunyi sebab Belanda tidak rela Indonesia menjadi bangsa dan negara yang besar. Nama orisinil kawasan negeri ini yang benar adalah Nusantara, yang berasal dari kata Bahasa Sansekerta Nusa (pulau) dan Antara. Artinya, negara yang terletak di antara pulau-pulau terbesar dan terbanyak di dunia sebab negara kita merupakan negara kepulauan terbesar di dunia. Bila para anak bangsa tahun 2015 mampu menyelamatkan keutuhan negeri ini sebagai satu bangsa, salah satu opsi adalah dengan penggantian nama dari Indonesia menjadi Nusantara. Nama Nusantara lebih relevan, orisinil, berasal dari jiwa bumi sendiri dan lebih membawa keberuntungan, pesan Djuyoto. Namun, karena perpecahan sudah di ujung tanduk, salah satu agenda dalam membangun komitmen baru sebagai bangsa dalam pandangannya adalah dengan cara (perlu direnungkan) mengganti nama Indonesia menjadi Nusantara. Karena, nama memiliki arti serta memberi berkah tersendiri. Tidak hanya nama Indonesia yang bisa menjadi penyebab negeri ini pecah, nama Jakarta pun ternyata ikut berpengaruh terhadap keutuhan republik ini.

Nama Jakarta, Djuyoto mengungkapkan, memiliki konotasi negatif bagi sebagian besar masyarakat. Bila kita ingin menyelamatkan Indonesia dari ancaman perpecahan serta punya komitmen bersama untuk membawa negara ini menjadi negara besar yang dihormati dunia internasional, maka nama ibukota negara seyogianya dikembalikan kepada nama awalnya yaitu Jayakarta. Nama Jayakarta lebih tepat sebagai roh spirit Ke-Jaya-an Ibukota negara daripada nama Jakarta, sarannya.

Penyebab terakhir pecahnya Indonesia adalah gonjang ganjing pemilihan Presiden tahun 2014. Dia menyatakan dalam Pilpres 2009 bisa saja sejumlah tokoh yang kalah masih mampu mengendalikan diri tapi gejolak massa akar rumput yang berasal dari massa pendukung tidak mau menerima kekalahan jago pilihannya. Mereka lalu mempersiapkan diri untuk maju bertarung lagi pada Pilpres 2014. Pilpres 2014 adalah puncak ledakan dashyat gunung es yang benar-benar membahayakan integrasi Indonesia. Menurut Djuyoto dari informasi yang ia peroleh di seluruh penjuru Tanah-Air, indikasi karena gengsi kalah bersaing dalam Pilpres Indonesia lantas mengambil keputusan radikal dengan mendeklarasikan negara baru bukanlah sekedar omong kosong tapi akan terbukti. Pergolakan alam negeri ini seperti gunung es yang tampak tenang di permukaan namun setiap saat pasti meletus dengan dashyat.

Djuyoto Suntani menjelaskan, pada Pilpres 2014 bakal bermunculan figur dari berbagai daerah yang mulai berani bertarung memperebutkan kursi RI-1 untuk bersaing dengan tokoh nasional di Jakarta. Para tokoh daerah sudah dibekali modal setara dengan para tokoh nasional di Jakarta. Jika mereka kalah dalam Pilpres 2014, karena desakan massa pendukung, opsi lain adalah mendirikan negara baru, melepaskan diri dari Jakarta. Gonjang ganjing Indonesia sebagai bangsa akan mencapai titik didih terpanas pada Pilpres 2014. Jika kita tidak mampu mengendalikan keutuhan negeri ini, tahun 2015 Indonesia benar-benar pecah. Para Capres Indonesia 2014 yang gagal ramai-ramai akan pulang kampung untuk mendeklarasikan negara baru. Mereka merasa punya kemampuan, punya harga diri, punya uang, punya jaringan dan punya massa/rakyat pendukung. Perubahan dan pergolakan politik nasional pada tahun 2014 diperkirakan bisa lebih dashyat karena tidak ada lagi figur tokoh pemersatu yang dihormati dan diterima oleh seluruh bangsa.

Agar Indonesia tidak pecah, dia menyerukan seluruh elemen bangsa untuk bersatu dan bersatu. Dia berharap seluruh bangsa menyadari ancaman yang ada di depan mata dan kemudian saling bergandengan tangan bersatu untuk menyelesaikan semua permasalahan bangsa. Djuyoto bilang buku ini ditulis sebagai peringatan dini, sebagai salah satu wujud untuk berupaya menyelamatkan Indonesia dari ancaman kehancuran. Dengan adanya buku ini diharapkan semoga anak-anak bangsa mulai menyadari bahwa hantu Indonesia pecah sudah berada di depan mata. Kalau sudah paham, diharapkan mulai tumbuh kesadaran dari dalam hati lalu secara bersama-sama mengambil langkah untuk mencegah.

ke 17 negara itu antara lain.

1.Naggroe Atjeh Darrusallam : Banda Atjeh
2.Sumatra Utara : Medan
3.Sumatra Selatan : Lampung
4.Sunda Kecil : Jakarta
5.Jamar (Jawa Madura) : Surakarta
6.Yogyakarta : Yogyakarta
7.Kalimantan Barat : Pontianak
8.Kalimantan Timur : Samarinda
9.Ternate Tidore : Ternate
10.Sulawesi Selatan : Makassar
11.Sulawesi Utara : Manado
12.Nusa Tenggara : Mataram
13.Flobamora & Sumba: Kupang
14.Timor Leste : Dili
15.Maluku Selatan : Ambon
16.Maluku Tenggara : Tual
17.Papua Barat : Jayapura

Sumber: http://www.mypepito.info/2009/10/hot-news-tahun-2015-indonesia-bisa.html

Rabu, 25 April 2012

ternyata di uang 50 ribu lama ada lagu kebangsaan gan...

Spoiler for 50.000

setelah di perbesar...
Spoiler for 50.000
gmana gann ?
sumber

Selasa, 24 April 2012


Warga dilarang melakukan kegiatan dalam radius 2.5 kilometer dari kawah Tompaluan.

VIVAnews -- Tepat pukul 11.20 Wita Selasa 24 April 2012, Gunung Lokon di Kota Tomohon Provinsi Sulawesi Utara meletus. Getaran yang diakibatkan cukup kuat, dirasakan hingga sejauh 5 kilometer dari kawah Tompaluan. Untuk ketinggian letusan tak bisa diketahui karena tertutup awan pekat.

Ketua Pos Pengamatan Gunung Lokon di Tomohon, Farid Bina Rustada mengatakan, tanda-tanda Lokon akan meletus sudah diketahui sejak kemarin. Ia telah memberi sinyal kritis.  "Kemarin terjadi sebanyak satu kali gempa tektonik jauh dan dua kali gempa tektonik lokal, serta 13 kali gempa vulkanik dalam, terus 50 kali gempa tektonik dangkal" ujar Farid kepada VIVAnews.com, Selasa 24 April 2012.

Secara terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Utara, Terpisah, Hoyke Makarawung mengatakan, seberapa dahsyat letusan Lokon belum diketahui. Awan menghalangi pemantauan visual aktivitas gunung itu. "Radius penyebaran abu vulkanik juga masih kami cek," kata dia.

Ia mengimbau agar masyarakat sekitar gunung Lokon waspada. "Saat ini belum ada yang mengungsi, meski demikian masyarakat sekitar gunung harus tetap waspada" ujarnya.

Hoyke juga memperingatkan agar masyarakat tidak melakukan kegiatan dalam radius 2.5 kilometer dari kawah Tompaluan. "Untuk menghindari bahaya." Sebab, masih ada potensi erupsi susulan.

Gunung Lokon memiliki tinggi 1,580 meter. Sudah lama ia menunjukkan aktivitas tinggi, sejak 18 Juni 2011. Pada 10 Juli 2011, Lokon bahkan menyandang status tertinggi gunung api, awas. Empat hari sesudah naik status, Lokon meletus dan melontarkan material vulkanik setinggi 1.500 meter.

Sementara untuk status terbaru pasca letusan siang tadi belum diumumkan. Hingga kini Lokon masih siaga. (sj)

Senin, 23 April 2012


Spoiler for 1.Burma



Merupakan negara dengan sensor yang ketat bagi media cetak dan televisi, kini juga mulai membatasi aktifitas blog dan internet. Tekanan bagi pengguna internet pribadi sangat kecil –hanya sekitar satu persen menurut OpenNet Intiative– sehingga banyak warga mengakses internet melalui kafe. Namun, pemerintah membuat aturan ketat bagi kafe dengan akses internet, bahkan memonitor pengguanaan e-mail dan metode komunikasi lain dan menutup akses dari situs kelompok lawan politik. Setidaknya ada dua blogger yang masuk penjara, yakni Maung Thura, yang populer dengan sebutan Zarnagar, karena setelah melansir video menganai Cyclone Nargis 2008.

Spoiler for 2.Iran



Otoritas negara ini tak segan-segan menahan para blogger yang mengkritik mengenai agama, figur politisi, revolusi Islam dan berbagai simbolnya. Pemerintah meminta seluruh blogger mendaftarkan situsnya ke Kementrian Seni dan Budaya. Pemerintah mengklaim telah menutup jutaan situs. Baru-baru ini kantor kejaksaan yang khusus menangani kasus internet dan bertugas dalam intelijen dibentuk. Blogger Omidreza Mirsayafi dijebloskan penjara karena dianggap menghina pemimpin spiritual negara, yang tewas di Penjara Evin pada Maret.

Spoiler for 3.Syria



Pemerintah menggunakan filter untuk menutup situs yang sensitif secara politik. Para blogger bisa ditahan jika terbukti mengisi situs yang bikin alergi pemerintah. Pada tahun 2008, menteri komunikasi memerintahkan pemilik kafe internet untuk mencatat setiap pelanggan dan berapa kali menggunakannya dan mengirimkan dokumentasi ini secara berkala. Whaed al-Mhana, pengacara untuk situs arkeologi yang dianggap membahayakan, diperiksa dipengadilan karena kritikannya mengenai peledakan pasar di kota tua Damaskus.

Spoiler for 4.Kuba



Hanya pejabat pemerintah dan orang-orang yang mempunyai hubungan dengan Partai Komunis yang bisa mengakses internet. Pada umumnya masyarakat menggunakan internet malalui hotel atau kafe internet yang dikontrol ketat pemerintah, yang artinya harus membayar mahal dengan voucher. Pemerintah pernah memenjarakan 21 penulis dalam situs online dalam satu dekade ini.

Spoiler for 5.Saudi Arabia



Sekitar 400 ribu situs di tutup di negara kerajaan ini, termasuk yang berhubungan dengan politik, sosial atau isu-isu agama. Pemerintah akan dengan cepat menutup apapun yang kontra dengan negara atau sistemnya. Blogger Ahmed al-Farhan dipenjara tanpa diadili untuk beberapa bulan pada tahun 2007 dan 2008 karena menyuarakan perubahan dan pembebasan kepada tahanan politik.

Spoiler for 6.Vietnam



Para blogger nekat mencoba mengisi berita-berita independen yang telah ditinggalkan oleh media tradisional yang dikontrol pemerintah. Pemerintah menanggapinya dengan membuat aturan. Akhir september lalu, blogger terkenal Nguyen Van Hai, yang dikenal Dieu Cay, dijatuhi hukuman 30 bulan penjara atas tuduhan menghindari pajak. Dalam penyelidikan CPJ menunjukkan hukuman itu sebagai balasan dari blog Nguyen. Pada oktober 2008, menteri informasi dan Komunikasi membuat agen baru untuk memonitor internet.

Spoiler for 7.Tunisia



Seluruh lalu lintas internet harus melewati jaringan sentral, yang membuat pemerintah bisa menyaring ini dan memonitor e-mail. Penulis online Slim Boukhdhir dan Mohammed Abbou harus mendekam di penjara karena tulisannya.

Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!