Tampilkan postingan dengan label Listrik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Listrik. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 April 2012


Untuk mengetahui cara kerja rangkaian lampu seri klik DI SINI

Alat dan Bahan :
-Empat buah baterai 1,5 volt
- Empat buah lampu 2,5 volt beserta dudukan lampu
- Saklar
- Lem kertas
- Isolasi
- Enam kabel
- 1 Lembar kertas

Cara Membuatnya :

 Sambungkan kabel kepada lobang kecil yang ada di dudukan lampu dengan cara melilitnya



Setelah itu sambungkan juga kabel satu persatu beserta lampu tersebut seperti gambar 
di atas








Jangan lupa pasang saklar diantara kabel - kabel tersebut, ini berfungsi untuk tombol on/of



Sesudah itu baterai di masukan kedalam kertas yang sudah digulung, berilah lem kertas pada bagian - bagian yang menurut anda itu perlu di lem, agar baterai yang ada di dalam kertas tersebut tidak mudah lepas



Terus tempelkan tembaga kabel tersebut menggunakan solasi, seperti gambar di samping

 
Sudah selesai menempelkan kabel tersebut, berarti sudah selesai membuat rangkaian seri lampu sederhana ini. Langsung saja anda coba dengan menekan tombol 1 pada saklar. 




sekian dulu yahh rangkaian paralel nya bakal saya posting lain kali

Untuk mengetahui cara pembuatan rangkaian lampu seri klik DI SINI


Standar Kompetensi:
Memahami konsep kelistrikan dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Kompetensi Dasar:
Menyelidiki Rangkaian Seri dan Paralel

Rangkaian lampu seperti gambar di bawah ini disebut rangkaian seri. Karena bagian-bagian dari suatu rangkaian seri disambung satu setelah yang lain, besarnya arus yang mengalir sama untuk seluruh bagian rangkaian. Apabila kamu menghubungkan tiga amperemeter ke dalam rangkaian tersebut seperti ditunjukkan pada gambar itu, ketiga amperemeter itu akan menunjukkan harga yang sama.











Apa yang terjadi jika salah satu bagian rangkaian seri terputus? Dalam rangkaian seri arus listrik hanya mempunyai satu jalan yang dapat dilewati. Karena itu apabila ada bagian yang terputus, berarti rangkaian dalam keadaan terbuka dan arus pasti tidak mengalir. Apakah hal ini sesuai dengan hasil pengamatanmu?

Pada di atas, dalam rangkaian seri, besar tegangan sumber, Vsumber, adalah sama dengan jumlah tegangan pada lampu A dan B,

Vsumber = VA + VB

Karena arus I yang melalui lampu-lampu tersebut sama besar, maka

VA = IRA dan VB = IRB

Oleh karena itu,

Vsumber = IRA + IRB atau

Vsumber = I(RA + RB)

Arus yang mengalir melalui rangkaian tersebut dapat dihitung dengan rumus berikut ini.

Persamaan ini berlaku untuk setiap jumlah hambatan seri, tidak hanya dua seperti gambar di atas. Arus yang sama akan tetap mengalir bila satu resistor tunggal, R, mempunyai hambatan yang sama dengan jumlah hambatan dua lampu tersebut. Hambatan seperti itu disebut hambatan ekivalen rangkaian atau sirkuit tersebut. Untuk hambatan seri, hambatan ekivalen sama dengan jumlah seluruh hambatan yang dihubungkan seri.

R = RA + RB

untuk dua hambatan yang dihubungkan seri, dan

R = RA + RB + RC

untuk tiga hambatan yang dihubungkan seri, dan seterusnya.
Perhatikan bahwa hambatan ekivalen selalu lebih besar daripada setiap hambatan tunggal yang dihubungkan seri tersebut. Oleh karena itu, jika tegangan baterai tidak
berubah, penambahan lebih banyak alat secara seri selalu menurunkan arus tersebut. Untuk menghitung arus, I, yang mengalir dalam suatu rangkaian seri, pertama-tama
hitunglah hambatan ekivalen, R, dan kemudian gunakan persamaan berikut ini untuk menghitung I.






sumber
Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!