Rabu, 29 Februari 2012



Kebahagiaan adalah hal yang dicari oleh semua orang. Banyak cara yang dilakukan untuk memperolehnya. Mulai dari cara-cara yang baik dan sopan hingga cara2 yang kurang baik menurut agama maupun norma masyarakat. Mengapa bisa demikian? Memangnya apa definisi kebahagiaan sehingga orang rela melakukan apapun untuk mendapatkannya? Apakah kebahagiaan identik dengan harta yang banyak, teman yang banyak, semua keinginan tercapai, atau apa? Mampukah kita mendapatkan kebahagiaan, meski kita tidak memiliki hal-hal di atas?
Hal pertama yang perlu kita bahas adalah pengertian kebahagiaan itu sendiri. KBBI mendefinisikan kebahagiaan sebagai suatu keadaan atau perasaan senang tenteram (bebas dari segala yang menyusahkan). Senada dengan definisi di atas, situs Wikipedia mendefinisikan kebahagiaan sebagai suatu keadaan pikiran atau perasaan yang ditandai dengan kesenangan, cinta, kepuasan, kenikmatan, atau kegembiraan. Para filsuf dan pemikir agama telah sering mendefinisikan kebahagiaan dalam kaitan dengan kehidupan yang baik dan tidak hanya sekadar sebagai suatu emosi. Definisi ini digunakan untuk menerjemahkan eudaimonia (Bahasa Yunani: εὐδαιμονία) dan masih digunakan dalam teori kebaikan. Para peneliti dari Oxford mengidentifikasikan beberapa hal yang berhubungan dengan kebahagiaan: hubungan dan interaksi sosial, status pernikahan, pekerjaan, kesehatan, kebebasan demokrasi, optimisme, keterlibatan religius, penghasilan, serta kedekatan dengan orang-orang bahagia lain.
Sebuah pertanyaan yang menggelitik pemikiran saya saat membaca definisi-definisi di atas adalah apakah saat kita sudah memiliki semua hal di atas atau jika semua kriteria di atas telah terpenuhi, apakah serta merta akan mendatangkan kebahagiaan bagi kita? Ternyata tidak. Mengapa tidak? Jika kita kebingungan saat mendapat jawaban ini maka saya memberanikan diri bahwa hampir 100% dari kita yang bingung tadi, belum merasakan atau memiliki hal-hal yang kita sangka bisa mendatangkan kebahagiaan ini. Contohnya saja kekayaan, saya beri contoh sebagai berikut, saya bertanya kepada beberapa orang siswa dan mahasiswa yang saya tidak kenal latar belakangnya. Saya bertanya “seandainya anda setiap bulan diberikan Rp 50.000.000 sebagai uang saku apakah itu cukup dan akan membahagiakanmu?” Jika jawabannya seragam, saya akan menaikkan atau menurunkan jumlah tertentu dimana jawabannya menjadi berbeda-beda. Saya cukup kaget, bahwa ada seorang mahasiswa yang diberi uang makan Rp 50.000/bulan dan itu sudah cukup baginya sedangkan ada yang mendapatkan uang saku Rp 500.000/bulan namun tidak merasa jumlah itu cukup untuknya. Hei… What’s the problem? Mengapa hal ini menjadi relatif? Setelah saya menganalisanya, saya temukan bahwa pada saat seseorang terbiasa dengan uang yang banyak dan mulai terbiasa untuk membelanjakannya, maka di suatu saat ia akan merasa bahwa itu tidaklah menjadi cukup dan membutuhkan uang yang lebih banyak lagi dan bersamaan dengan itu ia mulai merasa tidak bahagia. Hal ini memaksa saya untuk mengambil kesimpulan bahwa uang secara khusus atau materi dan kepemilikan secara umum tidak membawa kepuasan yang abadi. Suatu saat itu akan tidak akan membawa kebahagiaan lagi. Contohnya saja adalah miliuner Austria, Karl Rabeder. (http://internasional.kompas.com/read/2010/02/12/1043560/Tidak.Bahagia..Miliuner.Austria.Jual.Semua.Hartanya).
Ia mengatakan bahwa kekayaannya yang melimpah itu tidak membahagiakan.

Alkitab mengatakan bahwa cinta uang adalah akar dari segala kejahatan (I Tim 6:10). Mengapa bisa demikian? Tentu saja bisa. Orang yang mencintai uang akan berpikir bahwa harta adalah segalanya dan bisa mendatangkan kebahagiaan jika memilikinya. Saya teringat kepada seseorang yang pernah berkata kepada saya “Kamu ingin bahagia? Milikilah uang yang banyak. Tidak ada yang tidak bisa dibeli dengan uang.” Sungguh mengerikan bukan? Saya menjawabnya dengan sebuah pertanyaan yang membuatnya terhenyak dari tempat duduknya. Pertanyaan itu adalah, apa bisa kita membeli nyawa alias hidup terus tanpa meninggal dengan uang? Saat saya merenungkan lebih dalam maka saya berpikir juga, apakah bisa uang membeli keabadian? Tidak bukan. Lalu, apa hubungannya dengan uang menjadi akar segala kejahatan? Uang itu seperti candu, awalnya begitu menyenangkan dan menenangkan namun akhirnya begitu mengikat seseorang sehingga mau mati rasanya jika tidak bisa mendapatkannya. Uang juga seperti api, bisa menjadi sahabat jika uang tunduk di bawah kuasa kita, namun akan menjadi lawan saat uanglah yang berkuasa di dalam hidup kita. Jika sudah demikian maka apapun akan kita lakukan untuk uang, kita akan berjuang habis-habisan, menghabiskan semua energi, daya, pemikiran, relasi, dan apapun juga demi uang, terserah dengan cara yang baik, sopan, dan halus hingga cara yang jahat, kurang ajar, dan begitu kasar. Penipuan, rekayasa, kebohongan, jual diri, dan lain sebagainya menjadi hal yang lumrah bagi mereka. Lihat saja apa yang dilakukan para koruptor, para ABG yang rela jual diri, Pemalsu produk berlisensi, pemeras, pembunuh dan lain sebagainya demi sesuatu yang namanya UANG. Mengerikan bukan?
Saya pikir ini semua bermula dari kecintaan kita akan diri yang begitu besar dan mengalahkan kecintaan kita pada Tuhan. Karena pusatnya adalah diri kita, maka kitalah yang akan menjadi patokannya. Saat ada orang lain yang lebih dari kita, maka hal tersebut akan mendatangkan iri hati. Saat iri terjadi, maka terjadilah semua itu. Lalu bagaimana cara mendapatkan kebahagiaan? Ada sebuah sinetron yang dulu ditayangkan di RCTI yang sangat saya suka, judulnya Keluarga Cemara. Sungguh menarik bahwa sinetron ini ingin menanamkan bahwa kekayaan tidak membuat seseorang berbahagia. Meski miskin, namun bisa berkumpul dengan keluarga dan memiliki relasi yang indah dan dekat dengan pencipta, itulah yang disebut kebahagiaan. Saya sangat setuju dengan hal ini. Kebahagiaan hanya datang saat kita bisa bersyukur dengan apa yang kita miliki saat ini. Hal ini bukan berarti bahwa kita tidak perlu atau tidak boleh berjuang untuk mendapatkan sesuatu. Hal ini juga bukan berarti bahwa kita tidak boleh memiliki target atau rencana pencapaian di dalam hidup kita. Tapi hal ini berarti bahwa kita harus berjuang namun dengan cara yang baik dan benar. Jika pada akhirnya hal tersebut tidak kita dapatkan, maka marilah kita berpikir bahwa itu belum waktunya atau mungkin bahkan memang bukan bagian kita. Jika ini yang kita lakukan, maka niscaya kita akan menjadi orang yang berbahagia.
Selamat Mengejar Kebahagiaan.

Gaza, itulah nama hamparan tanah yang luasnya tidak lebih dari 360 km persegi. Berada di Palestina Selatan, “terjepit” di antara tanah yang dikuasai penjajah Zionis Israel, Mesir, dan laut Mediterania, serta dikepung dengan tembok di sepanjang daratannya.
http://bimchat.files.wordpress.com/2009/01/gaza-strip-war.jpg

Sudah lama Israel “bernafsu” menguasai wilayah ini. Namun, jangankan menguasai, untuk bisa masuk ke dalamnya saja Israel sangat kesulitan.

Sudah banyak cara yang mereka lakukan untuk menundukkan kota kecil ini. Blokade rapat yang membuat rakyat Gaza kesulitan memperoleh bahan makanan, obat-obatan, dan energi, telah dilakukan sejak 2006 hingga kini. Namun, penduduk Gaza tetap bertahan, bahkan perlawanan Gaza atas penjajahan Zionis semakin menguat.

Akhirnya Israel melakukan serangan “habis-habisan” ke wilayah ini sejak 27 Desember 2008 hingga 18 Januari 2009. Mereka”mengguyurkan” ratusan ton bom dan mengerahkan semua kekuatan hingga pasukan cadangannya.

Namun, sekali lagi, negara yang tergolong memiliki militer terkuat di dunia ini harus mundur dari Gaza.
http://images.huffingtonpost.com/gen/13427/thumbs/r-GAZA-large.jpg

Di atas kertas, kemampuan senjata AK 47, roket anti tank RPG, ranjau, serta beberapa jenis roket buatan lokal yang biasa dipakai para mujahidin Palestina, tidak akan mampu menghadapi pasukan Israel yang didukung tank Merkava yang dikenal terhebat di dunia. Apalagi menghadapi pesawat tempur canggih F-16, heli tempur Apache, serta ribuan ton “bom canggih” buatan Amerika Serikat.
http://www.map-uk.org/files/300_idf_soldiers.jpg

Akan tetapi di sana ada “kekuatan lain” yang membuat para mujahidin mampu membuat “kaum penjajah” itu hengkang dari Gaza dengan muka tertunduk, walau hanya dengan berbekal senjata-senjata “kuno”.

Itulah pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala yang diberikan kepada para pejuangnya yang taat dan ikhlas. Kisah tentang munculnya “pasukan lain” yang ikut bertempur bersama para mujahidin, semerbak harum jasad para syuhada, serta beberapa peristiwa “aneh” lainnya selama pertempuran, telah beredar di kalangan masyarakat Gaza, ditulis para jurnahs, bahkan disiarkan para khatib Palestina di khutbah-khutbah Jumat mereka.

Berikut ini adalah rangkuman kisah-kisah “ajaib” tersebut dari berbagai sumber untuk kita ingat dan renungkan.


PASUKAN "BERSERAGAM PUTIH" DI GAZA

Ada “pasukan lain” membantu para mujahidin Palestina. Pasukan Israel sendiri mengakui adanya pasukan berseragam putih itu.

Suatu hari di penghujung Januari 2009, sebuah rumah milik keluarga Dardunah yang berada di antara Jabal Al Kasyif dan Jabal Ar Rais, tepatnya di jalan Al Qaram, didatangi oleh sekelompok pasukan Israel.

Seluruh anggota keluarga diperintahkan duduk di sebuah ruangan. Salah satu anak laki-laki diinterogasi mengenai ciri-ciri para pejuang al-Qassam.

Saat diinterogasi, sebagaimana ditulis situs Filisthin Al Aan (25/1/2009), mengutip cerita seorang mujahidin al-Qassam, laki-laki itu menjawab dengan jujur bahwa para pejuang al-Qassam mengenakan baju hitam-hitam. Akan tetapi tentara itu malah marah dan memukulnya hingga laki-laki malang itu pingsan.

Selama tiga hari berturut-turut, setiap ditanya, laki-laki itu menjawab bahwa para pejuang al-Qassam memakai seragam hitam. Akhirnya, tentara itu naik pitam dan mengatakan dengan keras, “Wahai pembohong! Mereka itu berseragam putih!”

Cerita lain yang disampaikan penduduk Palestina di situs milik Brigade Izzuddin al-Qassam, Multaqa al-Qasami, juga menyebutkan adanya “pasukan lain” yang tidak dikenal. Awalnya, sebuah ambulan dihentikan oleh sekelompok pasukan Israel. Sopirnya ditanya apakah dia berasal dari kelompok Hamas atau Fatah? Sopir malang itu menjawab, “Saya bukan kelompok mana-mana. Saya cuma sopir ambulan.”

Akan tetapi tentara Israel itu masih bertanya, “Pasukan yang berpakaian putih-putih dibelakangmu tadi, masuk kelompok mana?” Si sopir pun kebingungan, karena ia tidak melihat seorangpun yang berada di belakangnya. “Saya tidak tahu,” jawaban satu-satunya yang ia miliki.

SUARA TAK BERSUMBER

Ada lagi kisah karamah mujahidin yang kali ini disebutkan oleh khatib masjid Izzuddin Al Qassam di wilayah Nashirat Gaza yang telah ditayangkan oleh TV channel Al Quds, yang juga ditulis oleh Dr Aburrahman Al Jamal di situs Al Qassam dengan judul Ayaat Ar Rahman fi Jihad Al Furqan (Ayat-ayat Allah dalam Jihad Al Furqan).

Sang khatib bercerita, seorang pejuang telah menanam sebuah ranjau yang telah disiapkan untuk menyambut pasukan Zionis yang melalui jalan tersebut.

“Saya telah menanam sebuah ranjau. Saya kemudian melihat sebuah helikopter menurunkan sejumlah besar pasukan disertai tank-tank yang beriringan menuju jalan tempat saya menanam ranjau,” kata pejuang tadi.

Akhirnya, sang pejuang memutuskan untuk kembali ke markas karena mengira ranjau itu tidak akan bekerja optimal. Maklum, jumlah musuh amat banyak.

Akan tetapi, sebelum beranjak meninggalkan lokasi, pejuang itu mendengar suara “Utsbut, tsabatkallah” yang maknanya kurang lebih, “tetaplah di tempat maka Allah menguatkanmu.” Ucapan itu ia dengar berulang-ulang sebanyak tiga kali.

“Saya mencari sekeliling untuk mengetahui siapa yang mengatakan hal itu kapada saya. Akan tetapi saya malah terkejut, karena tidak ada seorang pun yang bersama saya,” ucap mujahidin itu, sebagaimana ditirukan sang khatib.

Akhirnya sang mujahid memutuskan untuk tetap berada di lokasi. Ketika sebuah tank melewati ranjau yang tertanam, sesualu yang “ajaib” terjadi. Ranjau itu justru meledak amat dahsyat. Tank yang berada di dekatnya langsung hancur. Banyak serdadu Israel meninggal seketika. Sebagian dari mereka harus diangkut oleh helikopter. “Sedangkan saya sendiri dalam keadaan selamat,” kata mujahid itu lagi, melalui lidah khatib.

Cerita yang disampaikan oleh seorang penulis Mesir, Hisyam Hilali, dalam situs alraesryoon.com, ikut mendukung kisah-kisah sebelumnya. Abu Mujahid, salah seorang pejuang yang melakukan ribath (berjaga) mengatakan,

“Ketika saya mengamati gerakan tank-tank di perbatasan kota, dan tidak ada seorang pun di sekitar, akan tetapi saya mendengar suara orang yang bertasbih dan beritighfar. Saya berkali-kali mencoba untuk memastikan asal suara itu, akhirnya saya memastikan bahwa suara itu tidak keluar kecuali dari bebatuan dan pasir.”

Cerita mengenai “pasukan tidak dikenal” juga datang dari seorang penduduk rumah susun wilayah Tal Islam yang handak mengungsi bersama keluarganya untuk menyelamatkan diri dari serangan Israel.

Di tangga rumah ia melihat beberapa pejuang menangis. “Kenapa kalian menangis?” tanyanya.

“Kami menangis bukan karena khawatir keadaan diri kami atau takut dari musuh. Kami menangis karena bukan kami yang bertempur. Di sana ada kelompok lain yang bertempur memporak-porandakan musuh, dan kami tidak tahu dari mana mereka datang,” jawabnya.

SAKSI SERDADU ISRAEL

Cerita tentang “serdadu berseragam putih” tak hanya diungkap oleh mujahidin Palestina atau warga Gaza. Beberapa personel pasukan Israel sendiri menyatakan hal serupa.

Situs al-Qassam memberitakan bahwa TV Channel 10 milik Israel telah menyiarkan seorang anggota pasukan yang ikut serta dalam pertempuran Gaza dan kembali dalam keadaan buta.

“Ketika saya berada di Gaza, seorang tentara berpakaian putih mendatangi saya dan menaburkan pasir di mata saya, hingga saat itu juga saya buta,” kata anggota pasukan ini.

Di tempat lain ada serdadu Israel yang mengatakan mereka pernah berhadapan dengan “hantu”. Mereka tidak diketahui dari mana asalnya, kapan munculnya, dan ke mana menghilangnya.

Masih dari Channel 10, seorang Lentara Israel lainnya mengatakan, “Kami berhadapan dengan pasukan berbaju putih-putih dengan jenggot panjang. Kami tembak dengan senjata, akan tetapi mereka tidak mati.”

Cerita ini menggelitik banyak pemirsa. Mereka bertanya kepada Channel 10, siapa sebenarnya pasukan berseragam putih itu? 

SUDAH MELEDAK, RANJAU MASIH UTUH

Di saat para mujahidin terjepit, hewan-hewan dan alam tiba-tiba ikut membantu, bahkan menjelma menjadi sesuatu yang menakutkan.

Sebuah kejadian “aneh” terjadi di Gaza Selatan, tepatnya di daerah AI Maghraqah. Saat itu para mujahidin sedang memasang ranjau. Di saat mengulur kabel, tiba-tiba sebuah pesawat mata-mata Israel memergoki mereka. Bom pun langsung jatuh ke lokasi itu.

Untunglah para mujahidin selamat. Namun, kabel pengubung ranjau dan pemicu yang tadi hendak disambung menjadi terputus. Tidak ada kesempatan lagi untuk menyambungnya, karena pesawat masih berputar-putar di atas.

Tak lama kemudian, beberapa tank Israel mendekati lokasi di mana ranjau-ranjau tersebut ditanam. Tak sekadar lewat, tank-tank itu malah berhenti tepat di atas peledak yang sudah tak berfungsi itu.

Apa daya, kaum Mujahidin tak bisa berbuat apa-apa. Kabel ranjau jelas tak mungkin disambung, sementara tank-tank Israel telah berkumpul persis di atas ranjau.

Mereka merasa amat sedih, bahkan ada yang menangis ketika melihat pemandangan itu. Sebagian yang lain berdoa, “allahumma kama lam tumakkinna minhum, allahumma la tumakkin lahum,” yang maknanya, “Ya Allah, sebagaimana engkau tidak memberikan kesempatan kami menghadapi mereka, jadikanlah mereka juga lidak memiliki kesempatan serupa.”

Tiba-tiba, ketika fajar tiba, terjadilah keajaiban. Terdengar ledakan dahsyat persis di lokasi penanaman ranjau yang tadinya tak berfungsi.

Setelah Tentara Israel pergi dengan membawa kerugian akibat ledakan lersebut, para mujahidin segera melihal lokasi ledakan. Sungguh aneh, ternyata seluruh ranjau yang telah mereka tanam itu masih utuh. Dari mana datangnva ledakan? Wallahu a’lam.

Masih dari wilayah Al Maghraqah. Saat pasukan Israel menembakkan artileri ke salah satu rumah, hingga rumah itu terbakar dan api menjalar ke rumah sebelahnya, para mujahidin dihinggapi rasa khawatir jika api itu semakin tak terkendali.

Seorang dari mujahidin itu lalu berdoa,”Wahai Dzat yang merubah api menjadi dingin dan tidak membahayakan untuk Ibrahim, padamkanlah api itu dengan kekuatan-Mu.”

Maka, tidak lebih dari tiga menit, api pun padam. Para niujahidin menangis terharu karena mereka merasa Allah Subhanuhu wa Ta’ala (SWT) telah memberi pertolongan dengan terkabulnya doa mereka dengan segera.

MERPATI DAN ANJING

Seorang mujahid Palestina menuturkan kisah “aneh” lainnya kepada situs Filithin Al Aan (25/1/ 2009). Saat bertugas di wilayah Jabal Ar Rais, sang mujahid melihat seekor merpati terbang dengan suara melengking, yang melintas sebelum rudal-rudal Israel berjatuhan di wilayah itu.

Para mujahidin yang juga melihat merpati itu langsung menangkap adanya isyarat yang ingin disampaikan sang merpati.

Begitu merpali itu melintas, para mujahidin langsung berlindung di tempat persembunyian mereka. Ternyata dugaan mereka benar. Selang beberapa saat kemudian bom-bom Israel datang menghujan. Para mujahidin itu pun selamat.

Adalagi cerita “keajaiban” mengenai seekor anjing, sebagaimana diberitakan situs Filithin Al Aan. Suatu hari, tatkala sekumpulan mujahidin Al Qassam melakukan ribath di front pada tengah malam, tiba-tiba muncul seekor anjing militer Israel jenis doberman. Anjing itu kelihatannya memang dilatih khusus untuk membantu pasukan Israel menemukan tempat penyimpanan senjata dan persembunyian para mujahidin.

Anjing besar ini mendekat dengan menampakkan sikap tidak bersahabat. Salah seorang mujahidin kemudian mendekati anjing itu dan berkata kepadanya, “Kami adalah para mujahidin di jalan Allah dan kami diperintahkan untuk tetap berada di tempat ini. Karena itu, menjauhlah dari kami, dan jangan menimbulkan masalah untuk kami.”

Setelah itu, si anjing duduk dengan dua tangannya dijulurkan ke depan dan diam. Akhirnya, seorang mujahidin yang lain mendekatinya dan memberinya beberapa korma. Dengan tenang anjing itu memakan korma itu, lalu beranjak pergi.

KABUT PUN IKUT MEMBANTU

Ada pula kisah menarik yang disampaikan oleh komandan lapangan Al Qassam di kamp pengungsian Nashirat, langsung setelah usai shalat dhuhur di masjid Al Qassam (17/1/2009).

Saat itu sekelompok mujahidin yang melakukan ribath di Tal Ajul terkepung oleh tank-tank Israel dan pasukan khusus mereka. Dari atas, pesawat mata-mata terus mengawasi.

Di saat posisi para mujahidin terjepit, kabut tebal tiba-tiba turun di malam itu. Kabut itu lelah menutupi pandangan mata tentara Israel dan membantu pasukan mujahidin keluar dari kepungan.

Kasus serupa diceritakan oleh Abu Ubaidah. salah satu pemimpin lapangan Al Qassam, sebagaimana ditulis situs almesryoon.com (sudah tidak bisa diakses lagi). la bercerita bagaimana kabut tebal tiba-tiba turun dan membatu para mujahidin untuk melakukan serangan.

Awalnya, pasukan mujahiddin tengah menunggu waktu yang tepat untuk mendekati tank-tank tentara Israel guna meledakkannya. “Tak lupa kami berdoa kepada Allah agar dimudahkan untuk melakukan serangan ini,” kata Abu Ubaidah.

Tiba-tiba turunlah kabut tebal di tempat tersebut. Pasukan mujahidin segera bergerak menyelinap di antara tank-tank, menanam ranjau-ranjau di dekatnya, dan segera meninggalkan lokasi tanpa diketahui pesawat mata-mata yang memenuhi langit Gaza, atau oleh pasukan infantri Israel yang berada di sekitar kendaraan militer itu. Lima tentara Israel tewas di tempat dan puluhan lainnya luka-luka setelah ranjau-ranjau itu meledak.

SELAMAT DENGAN AL-QUR’AN

Cerita ini bermula ketika salah seorang pejuang yang menderita luka memasuki rumah sakit As Syifa’. Seorang dokter yang memeriksanya kaget ketika mengelahui ada sepotong proyektil peluru bersarang di saku pejuang tersebut.

Yang membuat ia sangat kaget adalah timah panas itu gagal menembus jantung sang pejuang karena terhalang oleh sebuah buku doa dan mushaf al-Qur’an yang selalu berada di saku sang pejuang.

Buku kumpulun doa itu berlobang, namun hanya sampul muka mushaf itu saja yang rusak, sedangkan proyektil sendiri bentuknya sudah “berantakan”.

Kisah ini disaksikan sendiri oleh Dr Hisam Az Zaghah, dan diceritakannya saat Festival Ikatan Dokter Yordan sebagaimana ditulis situs partai Al Ikhwan Al Muslimun (23/1/2009).

Dr. Hisam juga memperlihatkan bukti berupa sebuah proyektil peluru, mushaf Al Qur’an, serta buku kumpulan doa-doa berjudul Hishnul Muslim yang menahan peluru tersebut.

Abu Ahid, imam Masjid AnNur di Hay As Syeikh Ridzwan, juga punya kisah menarik. Sebelumnya, Israel telah menembakkan 3 rudalnya ke masjid itu hingga tidak tersisa kecuali hanya puing-puing bangunan. “Akan tetapi mushaf-mushaf Al Quran tetap berada di tampatnya dan tidak tersentuh apa-apa,” ucapnya seraya tak henti bertasbih.

“Kami temui beberapa mushaf yang terbuka tepat di ayat-ayat yang mengabarkan tentang kemenangan dan kesabaran, seperti firman Allah, ‘Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka berkata, sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali,”(Al-Baqarah [2]: 155-156),” jelas Abu Ahid sebagaimana dikutip Islam Online (15/1/2009).

HARUM JASAD PARA SYUHADA

Abdullah As Shani adalah anggota kesatuan sniper (penembak jitu) al-Qassam yang menjadi sasaran rudal pesawat F-16 Israel ketika sedang berada di pos keamanan di Nashirat, Gaza.

Jasad komandan lapangan al-Qassam dan pengawal khusus para tokoh Hamas ini “hilang” setelah terkena rudal. Selama dua hari jasad tersebut dicari, ternyata sudah hancur tak tersisa kecuali serpihan kepala dan dagunya. Serpihan-serpihan tubuh itu kemudian dikumpulkan dan dibawa pulang ke rumah oleh keluarganya untuk dimakamkan.

Sebelum dikebumikan, sebagaimana dirilis situs syiria-aleppo. com (24/1/2009), serpihan jasad tersebut sempat disemayamkan di sebuah ruangan di rumah keluarganya. Beberapa lama kemudian, mendadak muncul bau harum misk dari ruangan penyimpanan serpihan tubuh tadi.

Keluarga Abdullah As Shani’ terkejut lalu memberitahukan kepada orang-orang yang mengenal sang pejuang yang memiliki kuniyah (julukan) Abu Hamzah ini.

Lalu, puluhan orang ramai-ramai mendatangi rumah tersebut untuk mencium bau harum yang berasal dari serpihan-serpihan tubuh yang diletakkan dalam sebuah kantong plastik.

Bahkan, menurut pihak keluarga, 20 hari setelah wafatnya pria yang tak suka menampakkan amalan-amalannya ini, bau harum itu kembali semerbak memenuhi rungan yang sama.

Cerita yang sama terjadi juga pada jenazah Musa Hasan Abu Nar, mujahid Al Qassam yang juga syahid karena serangan udara Israel di Nashiriyah. Dr Abdurrahman Al Jamal, penulis yang bermukim di Gaza, ikut mencium bau harum dari sepotong kain yang terkena darah Musa Hasan Abu Nar. Walau kain itu telah dicuci berkali-kali, bau itu tetap semerbak.

Ketua Partai Amal Mesir, Majdi Ahmad Husain, menyaksikan sendiri harumnya jenazah para syuhada. Sebagaunana dilansir situs Al Quds Al Arabi (19/1/2009), saat masih berada di Gaza, ia menyampaikan, “Saya telah mengunjungi sebagian besar kota dan desa-desa. Saya ingin melihat bangunan-bangunan yang hancur karena serangan Israel. Percayalah, bahwa saya mencium bau harumnya para syuhada.”

DUA PEKAN WAFAT, DARAH TETAP MENGALIR

Yasir Ali Ukasyah sengaja pergi ke Gaza dalam rangka bergabung dengan sayap milisi pejuang Hamas, Brigade Izzuddin al-Qassam. Ia meninggalkan Mesir setelah gerbang Rafah, yang menghubungkan Mesir-Gaza, terbuka beberapa bulan lalu.

Sebelumnya, pemuda yang gemar menghafal al-Qur’an ini sempat mengikuti wisuda huffadz (para penghafal) al-Qur’an di Gaza dan bergabung dengan para mujahidin untuk memperoleh pelatihan militer. Sebelum masuk Gaza, di pertemuan akhir dengan salah satu sahabatnya di Rafah, ia meminta didoakan agar memperoleh kesyahidan.

Untung tak dapat ditolak, malang tak dapat diraih, di bumi jihad Gaza, ia telah memperoleh apa yang ia cita-citakan. Yasir syahid dalam sebuah pertempuran dengan pasukan Israel di kamp pengungsian Jabaliya.

Karena kondisi medan, jasadnya baru bisa dievakuasi setelah dua pekan wafatnya di medan pertempuran tersebut.

Walau sudah dua pekan meninggal, para pejuang yang ikut serta melakukan evakuasi menyaksikan bahwa darah segar pemuda berumur 21 tahun itu masih mengalir dan fisiknya tidak rusak. Kondisinya mirip seperti orang yang sedang tertidur.

Sebelum syahid, para pejuang pernah menawarkan kepadanya untuk menikah dengan salah satu gadis Palestina, namun ia menolak. “Saya meninggalkan keluarga dan tanah air dikarenakan hal yang lebih besar dari itu,” jawabnya.

Kabar tentang kondisi jenazah pemuda yang memiliki kuniyah Abu Hamzah beredar di kalangan penduduk Gaza. Para khatib juga menjadikannya sebagai bahan khutbah Jumat mereka atas tanda-tanda keajaiban perang Gaza. Cerita ini juga dimuat oleh Arab Times (7/2/ 2009)

TERBUNUH 1.000, LAHIR 3.000

Hilang seribu, tumbuh tiga ribu. Sepertinya, ungkapan ini cocok disematkan kepada penduduk Gaza. Kesedihan rakyat Gaza atas hilangnya nyawa 1.412 putra putrinya, terobati dengan lahirnya 3.700 bayi selama 22 hari gempuran Israel terhadap kota kecil ini.

Hamam Nisman, Direktur Dinas Hubungan Sosial dalam Kementerian Kesehatan pemerintahan Gaza menyatakan bahwa dalam 22 hari 3.700 bayi lahir di Gaza. “Mereka lahir antara tanggal 27 Desember 2008 hingga 17 Januari 2009, ketika Israel melakukan serangan yang menyebabkan meninggalnya 1.412 rakyat Gaza, yang mayoritas wanita dan anak-anak,” katanya.

Bulan Januari tercatat sebagai angka kelahiran tertinggi dibanding bulan-bulan sebelumnya. “Setiap tahun 50 ribu kasus kelahiran tercatat di Gaza. Dan, dalam satu bulan tercatat 3.000 hingga 4.000 kelahiran. Akan tetapi di masa serangan Israel 22 hari, kami mencatat 3.700 kelahiran dan pada sisa bulan Januari tercatat 1.300 kelahiran. Berarti dalam bulan Januari terjadi peningkatan kelahiran hingga 1.000 kasus.

Rasio antara kematian dan kelahiran di Gaza memang tidak sama. Angka kelahiran, jelasnya lagi, mencapai 50 ribu tiap tahun, sedang kematian mencapai 5 ribu.
“Israel sengaja membunuh para wanita dan anak-anak untuk menghapus masa depan Gaza. Sebanyak 440 anak-anak dan 110 wanita telah dibunuh dan 2.000 anak serta 1.000 wanita mengalami luka-luka.


Sumber : http://surgaberita.blogspot.com/2012/02/kisah-kisah-keajaiban-perang-di-gaza.html#ixzz1nrBVMa5f
http://c2499022.cdn.cloudfiles.rackspacecloud.com/wp-content/uploads/2011/12/Galaxy-Nexus-Vs-Lumia-800-vs-iPhone-4S.jpg


 Berikut adalah Kisah atau Cerita sekaligus Parodi Kelakuan Pengguna Blackberry vs Android vs Iphone :


Hp di tenteng sambil jalan
BB : Lagi nungguin bbm dari si ayang : (always bbm)
Android : Lagi sambil nge-restore, rom yang sebelumnya ga enak. (always ngoprek)
Iphone : Gpp, seneng aja megangnya.  (always bangga)



Di dalem cafe sendirian
BB : Wakaka, bego banget sih neh orang, broadcast ke yang laen ahh. (dengan suara kencang)
Iphone/Android : senyum2, baca berita di kaskus "ada ababil pake BB ketawa kenceng banget di cafe"



Ngecharge hp tapi sambil dipake
BB : lagi tanggung neh, si A curhat seru banget di grup.
Iphone : lagi tanggung neh, bentar lagi level 200 selese gw.
Android : lagi tanggung neh, download rom baru, ga sabar pengen ngeflash.




http://i.zdnet.com/blogs/2011-1111-droid-razr-ogrady-13.jpg


Notification sering bunyi

BB : "Aduh sori nih, abis update dagangan"
Iphone : "Ohh email dari kantor"
Android : "Anjrrrriiiittt, udah tinggal 10% lagi baterenya, dasar ROM suee..."



Status busy di messaging
BB : ga bisa diganggu, lagi nyetir. (hanya nyetir yang bisa menghentikannya)
Iphone : busy. "ga sengaja ke sync itunes, ilang deh apps gw" (for jailbreak users only)
Android : not available, "lagi ngeflash rom" (almost all users)



Lagi seneng
Android : Horeee, akhirnya Hp gw dapet ICS, download... download
Iphone : Horeee, akhirnya tamat juga neh game. Maen apaan lagi yah?
BB : Horeee, akhirnya keluar juga BB gw dari service center.



Nyasar di jalan
BB : 

A = BB user
T = temen yang nyupir


A : "bentar gw bbm temen gw yah... Oi ciiinnn, ke airport dari Jl. A lewat mana?".
T : "udah dibales belom, kok lama?".
A : "bentar lagi pending".
T : "hadeehhh...."



Iphone :
B = Iphone user
S = SIRI


B : "tenang ada SIRI".
S : "What can I helped you sir B".
B : "Show me the way to aerpot".
S : "Sorry sir B, I don't understand the meaning of Aerpot".
(pengucapan yang salah tidak akan dimengerti oleh SIRI)





Android :
C = Android User
T = Temen yang nyetir

C : "Tenang ada Google Maps.... oke dapet... 100 meter depan belok kiri".
T : "ohh oke... 100 meter kan... bukan belokan di depan berarti".
C : "ehh... loh.. kyknya yang itu deh".
T : "Lah katanya 100 meter?".
C :"Maap lagi dapet EDGE, Accuracy 1000 meter ".
(akurasi google maps tidak cukup hanya gps, butuh signal juga. Kecuali pake 3rd party seperti ndrive/papago)



Aplikasi
Iphone : Wah kayaknya keren neh aplikasi buat edit foto (instagram),
Android : Wah kayaknya keren neh aplikasi buat edit foto, download ahh
BB : Wah kayaknya keren neh aplikasi buat edit foto, ada yang buat BB ga yah?



Game Online
Iphone : "Ayo coba lawan karakter Homerun 3D gw"
Android : "Sapa takut? buruan add gw."
BB : "Ya udah, gw kasih support aja deh buat kalian."







Browsing

Android : "Beehh liat deh di website ini, keren euy"
Iphone : "Apa webnya ? Wah keren Infonya"
BB : "ini web kok ngga muncul2 yah?"



Youtube Streaming
Android : "Wakaka kocak neh video"
Iphone : "Mana2... apa judulnya?? Haha iya gebleg banget"
BB : "Berisik... boros pulsa tau...."



Debat Device
A = Android freak
I = Iphone freak
B = Blackberry freak


A : android is the best
I : iphone lah lebih mantab
B : tapi kalian berdua kan ga punya BBM

A : tapi google maps gw paling lengkap petanya
I : gw juga punya google maps, game gw lebih banyak
A : ahh... game terkenal iphone bentar lagi juga ada di android, elo kan ga bisa dioprek sistemnya
I : gw bisa di jailbreak kok, tapi SIRI gw keren abis
A : lebih responsif juga google voice gw, elo kan ga bisa jalanin flash
I : ngapain flash kan berat, mending html5
A : kalo itu sih gw juga bisa, terus....
(dipotong oleh B)

B : tapi kalian berdua kan ga punya BBM



Beli HP baru
Iphone : beli ini untuk 1-2thn kedepan (mencari efisiensi)
BB : ini BB gw yang terakhir (mencari-cari alasan)
Android : Anjriiittt, udah mau keluar lagi yang baru (mencari duit tambahan )



Perjalanan HP
Iphone
2G : Pelopor Full touchscreen
3G : Pelopor smartphone tipis
3GS: Pelopor kenaikan IOS di dunia
4 : Pelopor HD Display
4S : Pelopor SmartPhone super canggih 



Android
1.5 : Bener-bener pemain baru
1.6 : Benerin yang 1.5
2.1 : Bener-bener niat ngejar IOS
2.2 : Mesti banyak dibenerin
2.3 : Bener-bener ueeenaaakk dipake
3.0 : Bener-bener buat tab
4.0 : Bener-bener deh... masa device gw ga dapet 



Blackberry
Pearl : Yang penting BB
Curve : Yang penting BBM
Bold : Yang penting Keren
Storm : Yang penting Touchscreen
Onyx : Yang penting buat kerja
Torch : Yang penting style dapet, touchscreen dapet
Dakota, Bellagio, Apollo : Yah ga penting-penting amat, yang penting BB baru





Ibarat Pakaian
Iphone : ini baju, jas, celana bahan, sepatu bahan silakan dipake, anda siap bergaya kemana pun.

Android : ini baju, jas, celana, sepatu silakan di mix and match sesuai kebutuhan.

BB : ini baju, jas, celana, sepatu kayaknya udah waktunya disumbangin deh.



Hangout
Kondisi ketika berkumpul sesama pengguna

Iphone

iphone_1: bro, gw ada aplikasi musik keren neh
iphone_2: wah iya, berapa duit?
iphone_1: lagi promo dapet $1 gw.
iphone_3: wah murah tuh. Cmn coba cek FIFA 2012 gw.
iphone_2: wets, cek tim gw donk.

(pastinya mereka akan saling membanggakan aplikasi yang dimiliki )



Android
Android_1: Eh, MIUI v4 udah official buat hp gw.
Android_2: Gw sih masih betah CM9.
Android_3: CM9 camera-nya masih ngaco, mending stock aja tapi pake kernel custom
Android_2: iya sih, cmn ga betah gw tampilan TW.

(obrolan membosankan seputar ROM)



Blackberry
BB_1: .... ....
BB_2: .... ....
BB_3: .... ....

(setelah semua BBM selesai dibalas)

BB_3: eh, jadi gimana kerjaan lo?
BB_1: yah gitu deh... PING!... bentar2...
BB_2: elo sendiri... PING!...
BB_3: PING!...

(#kemudian_hening)



http://cdn.slashgear.com/wp-content/uploads/2012/02/bb10new-580x386.jpg




High Technology for Nyontek
Saat ujian 3 orang sahabat menggunakan teknologinya masing2 untuk menyontek

A : Mr. Andro
I : Mr. Ipin
B : Mr. Berry

A: gimana tadi lo ujian?
B: sukses donk... elo gimana?
A: sukses gw nyontek ebook...
B: bedeh... gimana caranya?
A: pas pengawasnya ga liat... gw keluarin android gw... terus udah gw siapin ebooknya kebuka...
B: ga ketauan tuh??
A: gw taronya disamping paha kanan gw... kl pengawasnya lagi jalan... tinggal gw dudukin deh...
B: ati2 baret loh...
A: tenang gorilla glass ... elo sendiri pasti nyontek... kan ga belajar lo...
B: yoii... BBM-an gw sama anak pinter di kelasnya si I... dapet semua jawabannya gw...  (ga mau kalah dia)

tidak lama si I keluar dari kelas sebelahnya
I: wets A... manjur bener cara lo... sukses gw nyontek slide...
A: mantab kan cara gw...
I: tapi tadi ada yang ketauan BBM-an gitu kelas gw... terus tau deh tuh pengawas nulis apaan di BB-nya

Tidak lama kemudian speaker kampus berbunyi

Tiiing Nooong Niiing Noooong
Panggilan kepada sodara B... Sodara B... harap datang ke ruang akademis segera

B: Ohhhh Sh****tttt!!!

Nasihat:
janganlah menyontek menggunakan BB, karena keypad-nya tidak di desain untuk tidak mengeluarkan suara. Kecuali yang touchscreen loh. 





Waktu senggang


A = android freak
B = blackberry freak
I = iphone freak


A : Kl lagi ga ada kerjaan biasanya elo ngapain B?
B : Seperti biasalah, cek status orang2... ngobrol di BBM paling.. kl elo?
A : yah biasalah maen game.. sama chatting...

(tiba2 nimbrung...)
I : Ahh.. kuno kalian... gw donk ngobrol ama SIRI...liat nih... How are you SIRI?
SIRI : Fine sir I, how about you?
I : mantab kan... hahaha... ... lanjutin neh... Good good... how about the weather today?
SIRI : It will be raining
I : I want to go to blok M, can you show me the way?
SIRI : wait a moment sir I...
I : gokil kan... hahaha...

(sementara si I masih seru ngobrol ama SIRI...)

A : kasian yah ga punya temen...
B : Iya... ngobrol kok sama mesin... masih muda padahal... kasian2... 



Sumber : http://surgaberita.blogspot.com/2012/02/kelakuan-pengguna-blackberry-vs-android.html#ixzz1nr7xqZYp
Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!